 Prof. Dr. Yusuf Qaradhawiy, Ketua umum Ikatan Ulama Islam Dunia, mendesak pemimpin Mesir, Hosni Mubarak, agar segera membuka perbatasan Ghaza sebagai bentuk bantuan kemanusiaan, dan menutupnya merupakan bentuk kerjasama dengan Israel dalam memboikot dan mengisolir penduduk Ghaza.
Al-Qaradhawiy berkata dalam penjelasannya yang disampaikan kepada Al-Jazeera, “Perbatasan Ghaza harus dibuka, karena itu ada dalam kekuasaan kita (muslimin), dan menutup perbatasan itu merupakan tindakan haram, dan kami mendesak Presiden Mesir, Hosni Mubarak, atas nama Allah dimana ia beriman kepada-Nya, dan kami mendesaknya atas nama kemanusiaan, agar ia segera membuka perbatasan Ghaza, jangan menghalangi masuknya bantuan logistik, obat-obatan, dan semua yang dibutuhkan penduduk Ghaza.
Al-Qaradhawiy menambahkan bahwa penutupan perbatasan Ghaza merupakan bentuk kerjasama dengan pemerintahan Israel dalam memboikot 1,5 juta penduduk Ghaza. Aku meminta presiden Mesir atas nama mayoritas ummat Islam dunia, bukalah perbatasan Ghaza; dan bagaimana mungkin ia tega menutup perbatasan Ghaza padahal ia kini melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keadaan penduduk Ghaza setelah dibombardir Israel; saya tidak habis pikir negara seperti Mesir akan bekerja sama dengan Israel dalam turut andil memboikot dan mengisolir penduduk Ghaza.
Sumber: http://islamtoday.net/albasheer/artshow-12-108244.htm |