===::: Selamat datang di situs internet siwakz alsofwa; sebuah institusi pengalang, pengelola, dan penyalur shadaqah/infaq, wakaf, kaffarat, dan zakat; merupakan institusi di bawah Yayasan Al-Sofwa, Jakarta.:::=== .
Total : 1160229 hits
Bulan : 3784 users
Hari ini : 218 users
Online : 10 users
Halaman Depan
KONTAK KAMI
REKENING SIWAKZ
RUMUS ZAKAT
Type Link Name Here
Type Link Name Here
KATEGORI ARTIKEL
LINK WEBSITE
FOTO LAPORAN











DOWNLOAD







Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
 
Nishab Pertanian
Nishab Pertanian
Nishab zakat untuk pertanian adalah 5 wasaq. Zakatnya dikeluarkan 5 % atau 10 % (Ketentuan 5 atau 10 %, lihat detailnya di kamus zakat www.siwakz.net). Penunaian zakat pertanian tidak menunggu haul, akan tetapi secara langsung setelah panen, dibersihkan, dan dikeringkan.

Dalil:
Sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada perwajiban zakat atas hasil pertanian yang kurang dari 5 wasaq.” (Konversi wasaq menjadi kilogram, silakan lihat di kamus zakat, situs www.siwakz.net).

Firman Allah: “Dan tunaikanlah hak zakatnya pada saat ia dipanen.”

Sabda Rasulullah SAW, “Tanaman yang diairi oleh air yang turun dari langit, atau mata air, maka zakatnya 10 %, dan yang melalui irigasi 5 %.” HR. Bukhari.

Detail wasaq:
1 wasaq = 60 sha’ (Imam ibn Al-Mundzir menyatakan hal ini sebagai kesepakatan seluruh ulama Islam).
- Jika 1 sha’ = 2,176 kg, maka 1 wasaq = 132 kg. Jadi nishab 5 wasaq = 660 kg (6,6 kwintal).
- Jika 1 sha’ = 2,5 kg, maka 1 wasaq = 150 kg. Jadi nishab 5 wasaq = 750 kg (7,5 kwintal).
- Jika 1 sha’ = 3 kg, maka 1 wasaq = 180 kg. Jadi nishab 5 wasaq = 900 kg (9 kwintal).

Syarat zakat pertanian bisa ditunaikan:
1. Berupa biji-bijian atau buah. Dalilnya adalah hadits: “Tidak ada zakat atas biji-bijian dan buah-buahan sebelum mencapai 5 wasaq.”
2. Cara penghitungan atas biji dan buah tersebut sebagaimana yang berlaku di masyarakat adalah dengan ditimbang (di-kilogram-kan).
3. Biji dan buah tersebut bisa disimpan (bukan diawetkan –pent).
4. Mencapai nishab, yaitu minimal 5 wasaq berat bersihnya, kering, dan bersih.
5. Pada saat panen panennya, barang tersebut masih sah menjadi miliknya.
***

Sumber:
1. Al-Uddah, Syarh Al-Umdah, Imam Al-Muwaffiq ibn Qudamah
2. Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam ibn Taimiyah
3. Taudhih Al-Ahkam, Syaikh Abdullah A-Bassam
4. Al-Darariy Al-Madhiyah, Imam Syaukani
5. Ahkam Al-Ahkam, Syarh Umdah Al-Ahkam, Imam Ibn Daqieq Al-Ied
Nishab